Boyolali,
21 April 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak
positif bagi petani sayur di Boyolali, Jawa Tengah. Peningkatan
permintaan pasar dan kenaikan harga komoditas membuat para petani kini
merasakan perbaikan pendapatan sekaligus tumbuhnya kembali semangat
bertani.
Eko, petani sayur di kawasan Selo, Boyolali,
mengungkapkan bahwa program MBG memberikan pengaruh nyata terhadap hasil
pertaniannya. Ia menanam berbagai komoditas seperti brokoli dan bawang
merah yang kini semakin banyak dibutuhkan pasar.
“Ya
Alhamdulillah adanya program MBG itu sangat berpengaruh bagi petani.
Permintaan pasarnya tinggi sekarang. Harganya juga sekarang lumayan
bagus. Untuk permintaan ke brokoli sendiri sekarang lumayan tinggi mas.
Jadinya petani lebih semangat untuk bertani,” ujarnya.
Menurut
Eko, kondisi ini membuat petani lebih optimistis karena hasil panen
tidak lagi sulit terserap pasar. Ia juga merasakan adanya peningkatan
harga dibandingkan sebelum program MBG berjalan. “Ya intinya ada
peningkatan untuk harganya. Sekarang menjadi lebih baik lagi dari
sebelum adanya MBG,” kata Eko.
Hal serupa disampaikan Suwarno,
petani sayur lainnya di wilayah Selo, Boyolali. Ia menilai kehadiran
program MBG turut mendorong kenaikan harga hasil pertanian yang
sebelumnya cenderung stagnan.
“Mungkin dengan adanya MBG itu
sangat-sangat berdampak mas. Karena apa? Kita selaku petani juga
terdampak dengan harga. Harganya itu sebelum ada MBG belum begitu naik.
Tapi setelah ada MBG itu ada perkembangan kenaikan harga. Jadi petani
itu sangat terasa ada kenaikan harganya gitu,” ujarnya.
Suwarno
memperkirakan kenaikan harga yang dirasakan petani berada di kisaran 20
hingga 30 persen, menyesuaikan kondisi pasar. “Ya kurang lebih sekitar
20 sampai 30 persen itu ada kenaikan. Nanti tinggal disesuaikan dengan
pasaran di Induk gitu,” katanya.
Dengan meningkatnya permintaan,
lanjut Suwarno, hasil panen petani kini lebih mudah terserap, baik untuk
kebutuhan pasar umum maupun untuk mendukung program MBG. Kondisi ini
membuat para petani kembali bersemangat dalam mengelola lahan dan
meningkatkan produksi.
Karena itu, para petani berharap program
MBG dapat terus berlanjut agar stabilitas harga dan permintaan tetap
terjaga. “Ya harapannya semoga saja (MBG) bisa berjalan gitu. Itu juga
bisa membawa efek kenaikan petani langsung mas. Kita selaku petani ya
harapannya (MBG) jangan sampai berhenti gitu aja,” harapnya.
Suwarno juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas program yang dinilai sangat membantu petani.
“Kami
selaku petani itu mengucapkan sangat-sangat berterima kasih kepada
pemerintah, kepada Bapak Prabowo Presiden Republik Indonesia yang
menciptakan program MBG. Pada intinya bisa mengangkat harga sayur dari
petani,” ujarnya.
Sebagai orang tua, ia juga merasa terbantu
karena program MBG membantu anak cucunya mendapatkan asupan bergizi
sekaligus menekan pengeluaran harian. “Dengan adanya MBG itu bisa
mengurangi uang saku untuk tiap harinya. Kami sangat-sangat mengucapkan
terima kasih dengan adanya program ini,” ujarnya.
Bagi para
petani, keberlanjutan program MBG menjadi kunci untuk menjaga
kesejahteraan sekaligus mempertahankan semangat bertani di tengah
tantangan biaya produksi dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Rill/red

0Komentar