Jakarta,
28 Juni 2026 - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan
bahwa keberhasilan sebuah negara bukan ditentukan oleh kemampuannya
menghindari persoalan, melainkan oleh keberaniannya menghadapi dan
menyelesaikan setiap tantangan.
Prabowo menekankan pentingnya
budaya terbuka terhadap kritik, masukan, serta upaya mencari solusi
secara bersama-sama. Menurutnya, setiap kesulitan harus dihadapi dengan
keberanian, bukan dihindari atau ditutupi. Karena itu, pemerintah harus
berani mengakui kekurangan dan bekerja keras mencari jalan keluar.
"Karena
saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kesulitan harus
dihadapi, dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui
kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," kata
Prabowo dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi,
dan Industri Indonesia yang diikuti 2.600 peserta, terdiri atas para
rektor dan akademisi, di Jakarta Convention Center, Minggu (28/6).
Prabowo
menegaskan kepada para rektor dan akademisi setiap usulan yang diterima
pemerintah akan dipelajari dan ditindaklanjuti sebagai bagian dari
upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.
"Saya terima daftar
usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya
janji satu per satu akan saya perhatikan," lanjutnya.
Presiden
mengatakan pandangan tersebut diperolehnya dari berbagai masukan yang
diterima selama ini. Prabowo meyakini bahwa organisasi maupun negara
yang berhasil adalah yang mampu mengenali persoalan secara jujur dan
mengambil langkah untuk mengatasinya.
"Ini saya dapat dari banyak
masukan. Organisasi, masyarakat, dan negara yang sukses adalah yang
berani mengetahui, mencari kesulitan dan kekurangan, lalu mengatasinya,"
tuturnya. Rill/Red

0Komentar