Jakarta, 22 Juni 2026 – Kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, hari ini dipenuhi ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta Bersatu.
Dari
berbagai elemen yang hadir, sorotan utama justru datang dari supplier
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tampil sebagai motor dukungan
terhadap program prioritas nasional.
Para supplier menilai
kehadiran mereka di jalanan bukan sekadar simbol solidaritas, melainkan
bentuk nyata pembelaan terhadap program MBG yang belakangan diterpa isu
negatif. Mereka ingin menunjukkan bahwa MBG telah memberi manfaat
langsung bagi usaha kecil yang sempat terpuruk.
Ahmad Faisal yang
akrab di panggil Babeh Kumis menerangkan “Sejak ada MBG, usaha saya
yang hampir gulung tikar akibat pandemi Covid-19 bisa kembali hidup.
Bahkan saya mampu merekrut pegawai baru.
Jadi tidak benar kalau ada yang bilang program ini tidak berguna,” tegas salah satu pelaku usaha Pemasok Buah di dapur MBG.
Bagi
kalangan supplier, MBG bukan hanya soal distribusi makanan bergizi.
Program ini membuka peluang pasar yang stabil, memberi kepastian
permintaan, dan menciptakan ruang tumbuh bagi usaha kecil. Dampaknya
terasa nyata: dari dapur produksi hingga tenaga kerja yang kini lebih
banyak terserap.
Partisipasi mereka dalam aksi damai menjadi
bukti bahwa MBG memiliki efek berlapis. Di satu sisi memperkuat gizi
masyarakat, di sisi lain menggerakkan roda ekonomi rakyat. Testimoni
para supplier memperlihatkan bahwa program ini bukan sekadar kebijakan,
melainkan solusi yang menyelamatkan usaha kecil sekaligus memperluas
lapangan kerja.
Selain suara dari supplier, kelompok Emak Muda
Bersatu (Emut Bersatu) juga menyampaikan aspirasi terkait percepatan
regulasi Undang-Undang MBG, pengesahan UU Perampasan Aset Koruptor,
serta penguatan Koperasi Merah Putih dan program Sekolah Rakyat.
Rill/Red

0Komentar